Senin, 10 November 2014

Saya Boleh Galau???






Baru aja duduk di meja kantor, Kakanda kirim gambar via WA. sumpah gambarnya bikin speachless. mingkem!!! mau comment pict nya bingung akhirnya kirim emoticon tutup mulut.

Aku adalah seorang istri dan seorang Ibu dari dua anak yang alhamdulillah sangat sehat ,lucu dan menggemaskan. Dan saya juga ibu bekerja, otomatis aku tidak bisa menemani anak-anak ku 24 jam full. sedih...pasti. Apalagi pada saat pekerjaan ku agak longgar kayak gini, yang ada di pikiran pasti... "ngapain aku disini? harusnya kan aku ada di rumah nemenin Roy main, nenenin Key...."  dan akhir-akhir ini sering banget kepikiran akan hal itu, dan rasanya ingin banget resign.

Waktu punya anak pertama, ada keinginan untuk resign, tapi memang keinginan itu masih setengah hati jadi ya maju mundur. Tapi aku sempat mengajukan juga ke atasan, dan omonganya pun bisa merubah keinginan ku untuk resign. Dan yang paling penting saat itu, suami mengizinkan untuk aku tetap bekerja, di samping itu orang tua juga meyakinkanku untuk bisa menjaga Roy saat aku bekerja. Bismillah niat membantu suami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat Roy umur 6 bulan, aku hamil anak kedua. bersyukur banget, benar-benar tak terduga. Keinginan untuk resign muncul lagi...tapi mungkin karena keinginan itu belum bulat, maka yang terjadi, aku tetap bekerja sampai detik ini. Setelah anak kedua ku lahir.

Aku yang bertekad untuk ASI eksklusif untuk anak kedua, ternyata gagal. penyebabnya karena aku gampang menyerah dan orang sekitar yang kurang mendukung. Sekali lagi aku gagal. Harusnya aku nabung ASIP pada saat aku masih dalam masa cuti, tapi itu sama sekali tidak terlaksana. Akhirnya aku relaktasi, dan bisa stock asip. Look!!! Seorang ibu yang ga bisa memberikan hak nya kepada sang anak. Dan sekarang juga tidak bisa menemani mereka. so sad....... maafkan bunda nak.... Soon bunda akan menemani kalian.

Masalah resign, aku belum pernah ngobrol sama kakanda, entah dia setuju atau tidak.InsyaAllah kakanda mendukung dengan niat ini. kapan waktu pengajuan nya? Awal tahun depan aku berencana untuk mengajukan, Semoga Allah memberi jalan yang terbaik bagi ku.

Ga munafik, hal pertama yang aku takutkan adalah, aku ga bakalan terima gaji bulanan, ga ada lagi tunjangan pengobatan, ga ada lagi tunjangan pulsa. Dan insya Allah saya siap akan hal itu. Yakin se yakin-yakin nya kalau suami mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dan aku akan belajar untuk bisa bekerja dari rumah. Pekerjaan apa itu belum tahu, tapi yang pasti akan banyak kegiatan positif dan bermanfaat saat aku di rumah nanti.




Love,

Bunda Roy n Key








Tidak ada komentar:

Posting Komentar